waria dan prilaku homoseksual yang menyimpang dari norma sosial
Waria adalah suatu fenomena yang semakin menjamur di Indonesia. Di layar kaca kerap kali kita disuguhi tontonan yang berbau waria. Sebut saja sosok Dorce Gamalama. Waria bernama asli Dedi Yuliardi Ashadi kelahiran Solok, Sumatera Barat, 21 Juli 1963 ini termasuk artis yang serba bisa. Mungkin wajah Dorce ini tidak asing lagi bagi kita. Waria yang sudah malang melintang di dunia Entertaiment ini, sering kita lihat sebagai pembawa Dorce Show di salah satu televisi swasta. Sosok lainnya yang bergelut di dunia ini adalah Aming.
Pria kelahiran 7 November 1980 mempunyai nama lengkap Aming Sugandhi. Ia selalu memainkan peran sebagai perempuan lewat acara komedi Extravganza di salah satu TV swasta. Mereka ini adalah segelintir waria dari jutaan waria di Indonesia yang sedang menjamur saat ini. Fenomena maraknya artis pendatang baru di layar kaca bisa berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah merupakan angin segar bagi waria atau bencong.
Hal ini tampaknya sebagai sebuah pilihan yang diserahkan kepada orangnya, mau silakan, tak mau tidak apa-apa. Padahal perbutan ini adalah perbuatan yang salah, di mana kita menyalah gunakan kodrat yang ada, dan juga karena waria adalah sebuah prilaku menyimpang yang dianggap jijik dan jorok oleh masyarakat. Selain itu praktek waria ini sudah menyalahi kaidah-kaidah moral yang berlaku di dalam masyarakat. Dimana di dalam kaidah-kaidah moral, perempuan itu ada batasan-batasannya, begitu pula laki-laki. Jadi sangat tidak etis jika seseorang laki-laki tampil di depan publik dengan berpakaian atau bergaya perempuan.
Waria terbagi atas dua macam, ada memang yang di perbolehkan, dan ada yang tidak boleh. Yang di perbolehkan adalah yang benar-benar secara kodrat alamiah ia mempunyai dua kelamin (kelamin ganda). Sedangkan waria yang menjamur saat ini adalah waria jejadian. Artinya waria-waria yang kodratnya laki-laki tetapi ia mengobahnya menjadi wanita. Perbuatan ini sudah tentu laknat oleh ALLAH S.W.T. Dan dalam kenyataanya warialah yang sering melakukan praktek homoseksual.Umumnya waria di identikan dengan kumuh,olok-olok dan prilaku seksualnya yang menyimpang. Penonjolan prilaku waria yang melahirkan peran tertentu yang menyerupai homoseksual dilayar kaca bukannya tanpa tujuan.
Tapi ini bagian dari upaya mereka agar publik mengakui eksistensi kaum homo seksual di Indonesia. Sama halnya dengan yang terjadi di amerika, yang mana para waria dan penganut homoseksual berdemonstrasi untuk mendapat kedudukan yang sama dan diakui keberadaanya.Homoseksual merupakan prilaku Psikoseksual yang di publikasikan secara luas. Secara umum, masyarakat juga sudah kehilangan norma, moral, etika, dan nilai agama, sehingga penyimpangan ini di biarkan berlarut-larut, dan bahkan mendapat temapat dilingkungan masyarakat. Psikoseksual dapat diartikan sebagai gangguan identitas janis (gender) pada seseorang. orang yang mengalaminya tak bisa memahami dirinya sendiri, apakah ia seorang laki-laki atau seorang perempuan.
Penyimpangan seksual seperti homoseksual sudah ada sejak zaman Nabi Luth, dan ALLAH S.W.T mengabdikan kisah kaum Luth itu di dalam Al-Qur’an. “Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika ia berkata pada kaumnya: mengapa kamu mengerjakan perbuatan Fahisyah (berzina, homoseksual) itu sedang kamu melihat (Nya)?”.Dan lanjutan ayat itu adalah, ALLAH S.W.T mengingatkan lebih tegas, “Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafasmu, bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatan),” (Qs An-Naml:55). Sampai saat ini belum ada kesepakatan dari para ahli tentang sebab timbulnya homoseksual. Para ahli hanya menyepakati beberapa faktor penyebab seperti Organobiologik, Psikologis, pengaruh lingkungan dan pola asuh orang tua.
Tapi sebagian para ahli menyimpulkan bahwa agama menjadi faktor utama mengapa seseorang menjadi homoseksual atau tidak. Karena menurut mereka pendidikan agama sejak dini akan memperkecil perkembangan homoseksual, pendapat ini berjalan lurus dengan kondisi masyarakat yang teguh memeluk agama, khususnya agama islam. Masalah sek dan jenis kelamin, islam menekankan pentingnya kesadaran diri terhadap peran jenis (Gender) sesuai jenis kelaminnya. Dengan upaya ini, perkembangan Psikoseksual anak sejak dini tetap berada dalam jalur normal, sehingga resiko penyimpangan seksual dapat di antisipasi.


WELEH WELEH, RUMIT PISAN EUY.
tugas,ebtanas 6 biji end gread nilai yang tinggi//// bikin bt end tambah2in jerawat yang tumbuh di muka….
ini sangat bertentangan dengan norma agama,sosial dan budaya dalam masyarakat. dan ini merupakan suatu penyimpngan yang menurut saya sangat parah.hal ini sebagian besar hanya dapat ditanggulangi dari diri masing-masing pelaku.
yakin ini suatu penyimpangan…..atau malah belum dikaji secara mendalam dan hanya menggunakan asumsi…
hayoooooooooo………asumsi vs kajian ilmiah..pilih mana