<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ARDIANSYAH'S WEBLOG</title>
	<atom:link href="http://ardiansyah1889.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ardiansyah1889.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Jul 2008 12:52:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ardiansyah1889.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ARDIANSYAH'S WEBLOG</title>
		<link>http://ardiansyah1889.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ardiansyah1889.wordpress.com/osd.xml" title="ARDIANSYAH&#039;S WEBLOG" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ardiansyah1889.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MINANGKABAU IS NOTHING</title>
		<link>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/06/20/minangkabau-is-nothing/</link>
		<comments>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/06/20/minangkabau-is-nothing/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 13:41:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ranah Minang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiansyah1889.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[O l e h : A R D I A N S Y A H* Minangkabau adalah sebuah etnis yang unik dan populer bukan hanya dengan tradisi merantau namun juga cemerlang dengan tokoh-tokoh intelektual yang sangat fenomenal, yang tidak hanya berskala Nasional namun pengaruh dan pemikiran mereka telah menjangkau dunia Internasional. Sebut saja Hamka yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiansyah1889.wordpress.com&amp;blog=1109786&amp;post=56&amp;subd=ardiansyah1889&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;font-family:&quot;">O l e h<span> </span>:<span> </span>A R D I A N S Y A H*</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;"><span> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Minangkabau adalah sebuah etnis yang unik dan populer bukan hanya dengan tradisi merantau namun juga cemerlang dengan tokoh-tokoh intelektual yang sangat fenomenal, yang tidak hanya berskala Nasional namun pengaruh dan pemikiran mereka telah menjangkau dunia Internasional. Sebut saja Hamka yang dikenal dengan tokoh Islam, Hatta sebagai Wakil Presiden Indonesia dan juga Bapak Koperasi, Chairil Anwar sebagai Sastrawan, Tan Malaka sebagai Pejuang Revolusioner, Taufik Abdullah sebagai Sejarawan, dan masih banyak lagi tokoh-tokoh telah yang dicetak oleh Minangkabau.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Mereka ini adalah produk atau hasil besutan dari pola education yang telah ditempa dengan culture Minangkabau yang sangat khas sifatnya. Namun anehnya sebuah etnis yang begitu unik malah menjadi semakin memudar ketika memasuki Era Globalisasi. Dimana pada fase ini masyarakat yang tumbuh dan besar <em>“ditanah”</em> Minangkabau malah banyak yang tidak kenal dan tidak tahu dengan Minangkabau itu sendiri, atau mungkin kita lebih senang bereforia dengan kejayaan dan keberhasilan yang pernah diraih oleh orang Minangkabau masa lampau yang menyebabkan kita lupa dengan identitas dari Minangkabau.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Perlu diketahui sebelum kita bereforia dan berbangga-bangga dengan kejayaan Minangkabau, kita harus tahu ciri khas atau identitas yang mendasar dari orang Minang itu apa ? Beragama Islam, Bangsa Melayu, Matrilineal, semua itu belum sepenuhnya mewakili identitas dari orang Minang, namun yang diperlukan adalah sesuatu opsi yang sangat spesifik sifatnya dan jika orang melihat atau berbicara tentang opsi ini orang akan tahu bahwa ini adalah identitas orang minang. Jadi tidaklah salah bila saya menyimpulkan bahwa memang minangkabau hanya masih bertahan pada teks tapi tidak pada konteksnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Contoh kongkrit dari memudarnya budaya minagkabau itu sendiri adalah dari segi adat dan budaya. Pernahkah anda melihat acara penyambutan yang dilakukan oleh orang Minang ketika menyambut tamu penting ? Jika anda pernah melihat pasti anda akan mengatakan bahwa tidak ada yang aneh dari acara tersebut karena acara tersebut dilaksanakan bersifat umum dam formal. Namun jika anda lebih teliti dan kritis mungkin ada akan menemukan kejanggalan yang akan menggelitik pemikiran anda. Coba anda lihat dari pakaian yang dikenakan penyambut tersebut, adalah pakaian adat Minangkabau dengan pakaian Bundo Kanduang. Lalu dimana letak janggalnya ? Kejanggalannya terletak pada pakaian keseharian kita sebagai orang Minang dengan si penyambut tamu jika kita lakukan perbandingan. Realitasnya pakaian yang kita kenakan pada rutinitas biasa adalah pakaian yang bersifat formal dan umum, sesdangkan pakaian untuk penyambutan tamu dipakai pakaian kebesarang orang Minang. Dan menurut saya ini adalah sebuah keanehan yang tidak lucu, dimana kita yang bangga sebagai orang Minag namun jarang memakai pakaian kebesaran Minangkabau. Namun pakaian adat atau pakaian kebesaran tersebut hanya akan berguna atau perlu ketika menyambut tamu saja.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Dari contoh diatas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa kita yang bangga memiliki identitas orang minang lebih sering membangga-banggakan budayanya hanya kepada orang lain (kecuali orang minang), namun pada hal, kita sendiri tidak tahu yang manakah budaya kita sendiri yang katanya mempunyai kejayaan tersendiri.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Periode ini dapat pula dikatakan sebagai periode kemunduran bagi orang Minang. Dasar saya mengatakan pada saat ini adalah masa kemunduran bagi orang Minang karena memang pada realitasnya tidak pernah lagi lahir tokoh-tokoh yang sekelas dengan tokoh yang telah saya sebutkan sebelumnya, apakah itu dari segi pemikiranya atau pengaruhnya. Penyebab dari kemunduran orang minang pada dasarnya berasal dari pada masyarakat Minang itu sendiri, dimana kita lebih cendrung menjadikan kejayaan Minagkabau itu sebagai sebuah <em>“beautiful history”</em> yang telah merubahnya menjadi sebuah dongeng sebelum tidur dan berujung pada sebuah <em>“ota”</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Berawal dari kenangangan yang begitu indah inilah masyarakat Minang sering terbuai dan menjadikanya sebagai sebuah utopis yang harus selalu dibanggakan kepada anak cucu kita nantinya. Selain itu paham Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS SBK), dengungnya hanya pernah kita dengar pada saat kita dibangku pendidikan, dan terlepas dari itu kita tidak pernah tahu akan makna dari ABS SBK tersebut. Selain itu pergantian dari Nagari ke Desa juga telah medorong terjadinya perubahan yang sangat urgen dari identitas Minangkabau itu sendiri. Dengan telah berobahnya fungsi Nagari ke Desa maka ecara otomatis pengaruh adat dan corak kulturalnya pun mulai memudar, karena memang didalam Desa kita tidak akan pernah mengenal “Kapalo Suku” atau pun “Kapalo nagari”, tapi susunan birokratis yang kita temukan hanyalah Kepala Desa, RT dan RW.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Intensitanya dengan berpindahnya pola Nagari ke Desa secara tidak langsung pengaruh adat dan budaya menjadi terpinggirkan. Bahkan untuk menghidupkan pola Kanagarian ini kembali pernah dipakai istilah “Kembali Ka Nagari”. Namun yang menjadi tanda tanya adalah protopite Nagari yang asli itu seperti apa ? Nagari yang pernah jaya di masa Datuak Parpatiah nan Sabatang dan Datuak Katumanggungan atau Nagari ciptaan Kolonial Belanda. Dan pastinya untuk me-revival ulang Nagari pada masa Global ini bukanlah hal yang mudah, semudah membalikkan telapak tangan, namun diperlukan sesuatu proses yang agak lama untuk membangkitkan sistem pola Nagari yang sudah lama tertidur pulas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Selain itu sudah mulai berkurangnya para pemuka adat di Ranah Minang, serta tidak adanya lagi penghormatan antara kemenakan dengan mamak adalah sebuah dilema yang sangat problematis yang memperlihatkan betapa begitu renggangnya hubungan kekerabatan di Ranah Minang pada saat sekarang ini. Jadi memanglah benar bahwa Minangkabau itu sudah tidak ada dan memudar bersama kejayaan yang selalu di elu-elukan dan beruung kepada <em>“ota gadang”</em>. Walaupun ada keinginan untuk menghidupkan kejayaan Minangkabau namun aral yang harus dihadapi begitu besar melintang yang merupakan suatu penghambat yang tidak bisa dianggab remeh.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;">* * * * * *</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><strong><span style="font-family:&quot;">*Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Andalas.</span></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ardiansyah1889.wordpress.com/56/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ardiansyah1889.wordpress.com/56/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiansyah1889.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiansyah1889.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiansyah1889.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiansyah1889.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiansyah1889.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiansyah1889.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiansyah1889.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiansyah1889.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiansyah1889.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiansyah1889.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiansyah1889.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiansyah1889.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiansyah1889.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiansyah1889.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiansyah1889.wordpress.com&amp;blog=1109786&amp;post=56&amp;subd=ardiansyah1889&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/06/20/minangkabau-is-nothing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31733d94b726fd8f3535613802bcfc13?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ardi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IMBAS GLOBALISASI = KRISIS IDENTITAS</title>
		<link>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/05/30/imbas-globalisasi-krisis-identitas/</link>
		<comments>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/05/30/imbas-globalisasi-krisis-identitas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 03:58:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiansyah1889.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : ARDIANSYAH* Proses globalisasi adalah sebuah proses mendunianya segala aktifitas, kebudayaan, theology, dan juga pemikiran manusia. Dengan diberlakukanya sistem globalisasi tentunya tidak terlepas dari manfaat dan imbasnya yang akan diterima masyarakat, karena belum tentu efek dari sebuah globalisasi itu selalu menguntungkan namun tidak dapat pula dipungkiri bahwa proses ini juga dapat melahirkan sebuah arus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiansyah1889.wordpress.com&amp;blog=1109786&amp;post=54&amp;subd=ardiansyah1889&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;">Oleh : ARDIANSYAH*</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Proses globalisasi adalah sebuah proses mendunianya segala aktifitas, kebudayaan, theology, dan juga pemikiran manusia. Dengan diberlakukanya sistem globalisasi tentunya tidak terlepas dari manfaat dan imbasnya yang akan diterima masyarakat, karena belum tentu efek dari sebuah globalisasi itu selalu menguntungkan namun tidak dapat pula dipungkiri bahwa proses ini juga dapat melahirkan sebuah arus yang tidak dapat di tolak oleh sebuah masyarakat. Karena dengan adanya sistem globalisasi, telah melahirkan sebuah kegamangan atau keraguan pada jati diri suatu bangsa, akan identitas mereka, kiblat mereka, serta ideologi yang mereka anut. Tidak heran jika seorang komunis akan menjadi seorang liberal, tidak heran jika seorang yang memperacayai theology berobah arus menjadi atheis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Ini adalah efek yang akan ditimbulkan dari sebuah pemahaman yang dikenal dengan efek globalisasi dimana seseorang telah kehilangan jati dirinya dan tidak mempunyai pandagan atau rancangan untuk hidupnya sendiri. Coba kita renungkan sejenak apakah baju yang anda pakai adalah suatu ciri khas bangsa anda ? apakah gaya hidup yang anda anggap sebagai “manusia modern” adalah sebuah produk orosinil Indonesia ?. Tidak, karena memang baju yang yang anda kenakan sekarang bukan sebuah identitas Indonesia, gaya hidup yang anda lakoni juga bukan “<em>style Indonesia”</em>, namun yang anda kenakan sekarang adalah sebuah hasil akulturasi dan asimilasi dari kebudayaan Barat yang anda telan mentah-mentah tanpa menyaringnya karena anda begitu menggilainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Menguniversalnya sistem globalisasi tentunya tidak terlepas dari sebuah wadah publikasi yang dikenal dengan media, hal ini dikarenakan media adalah sebuah cermin dan juga sebuah penghubung yang menjadi acuan suatu masyarakat terhadap sebuah proses pengenalan terhadap masyarakat modern. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa memalui sebuah media identitas suatu masyarakat terbentuk, baik itu media cetak taupun media elektronik. Media pada masa globalisasi bukan saja terpaku pada sebuah cerminan namun juga sebuah proses pengajaran yang mendidik dan keberadaanya sangatlah penting.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Apa yang telah kita dapatkan dari media ? media mengajarkan cara berfikir yang bebas, media meberikan pemikiran-pemikiran baru, media memberikan wajah baru, media meberi pengetahuan, ilmu, informasi, sampai kemasalah pembetukan identitas. Keberadaan media ditengah sebuah masyarakat dapat dibaratkan sebagai lentera dikala gelap, dan mata dikala terang. Dengan media kita dapat berbicara, serta media adalah sebuah wadah didalam menginterprestasikan hasil pemikiran kita pada khalayak dan mendapat pengakuan oleh public, media juga merupakan jendela untuk meneropong dunia luas dari sebuah pendeskripsian.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Adanya euforia pada masyarakat Indonesia terhadap globalisasi telah membuat kita telah lalai dan lengah bahwa globalisasi tidak hanya mengembangkan sayapnya di bumi Indonesia ini namun juga telah menggerogoti adat dan budaya dari bangsa ini. Padahal jika perhatikan bahwa inti dari sebuah adat dan budaya adalah sebuah warisan yang sangat urgen sifatnya di dalam membentuk karakteristik dan identittas suatu bangsa, maksut saya adalah begini jika anda ingat dengan Kimono maka anda akan ingat dengan Negara Matahari dengan Hinomaru mereka dan juga dengan Harakiri mereka, dan jika anda ingat dengan Baju Kurung pasti anda akan ingat dengat sebuah etnis yang dikenal dengan Minangkabau. Jadi dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya adat dan budaya itu sendirilah yang telah menciptakan identitas suatu bangsa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Tidak hanya pada masalah identitas saja yang menjadi tolak ukur atas <em>“impack” </em>dari sebuah globalisasi yang sangat universal tersebut. Dari sifatnya yang begitu universal juga telah mempengaruhi pola fikir masyarakat yang awalnya harus “<em>nyungkem”</em> dan patuh telah bertranformasi menjadi sebuah pola fakir yang bebas dan kritis. Karena pada dasarnya otak di ciptakan Tuhah adalah untuk berfikir dan bukan untuk menghafal jadi tidaklah salah jika lahir pemikiran-pemikiran baru yang bermula dari suatu proses pengkritisan. Masalah ini sebenarnya cukup mendapat sambutan yang antusias karena pada periode globalisasi pandangan dan pemikiran-pemikiran baru begitu dihargai tanpa ada pendiskriminasian yang akan berujung perpecehan etnik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Periode post globalisasi adalah sebuah paham yang telah melahirkan paham Deisme dimana adanya keyakinan atau sebuah image dari pandangan public bahwa manusia meyakini theology hanya terbatas pada proses penciptaan dan terlepas dari proses penciptaan tuhan membebaskan saya untuk memilih mana yang terbaik untuk saya. Namun entinitasnya dengan adanya pahan Deisme ini telah melahirkan sifat kemunafikan atas diri mereka.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span> </span>Namun yang menjadi batu sandungan saat ini adalah kita boleh bereforia dengan adanya globalisasi, kita boleh bangga kesetaraan yang di hasilkan globalisasi. Namun kita tidah harus menelan bulat-bulat bahwa globalisasi itu adalah sebuah kebaikan yang harus di telan mutlak adanya, namun kita harus mengkritisinya apakah ini cocok dengan adat budaya Indonesia, apakah ini identitas kita, yang mungkin saja dengan melihat pola dan cara berfikir kita orang lain akan menilai bahwa ini adalah Indonesia, inilah identitas sebuah Negara yang besar yang dikenal dengan Indonesia. Sayangnya apa yang diharapkan tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, hal ini dikarenakan pola fakir dan pandangan setiap manusia itu unik dan berbeda yang mungkin saja ini adalah sebuah kekreatifitasan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><strong><span> </span>*Penulis Adalah Mahasiswa Jurusan Sejarah Fakultas Sastra UNAND</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ardiansyah1889.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ardiansyah1889.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiansyah1889.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiansyah1889.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiansyah1889.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiansyah1889.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiansyah1889.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiansyah1889.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiansyah1889.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiansyah1889.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiansyah1889.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiansyah1889.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiansyah1889.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiansyah1889.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiansyah1889.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiansyah1889.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiansyah1889.wordpress.com&amp;blog=1109786&amp;post=54&amp;subd=ardiansyah1889&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/05/30/imbas-globalisasi-krisis-identitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31733d94b726fd8f3535613802bcfc13?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ardi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekolah Gratis, Berkwalitaskah ?</title>
		<link>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/05/30/sekolah-gratis-berkwalitaskah/</link>
		<comments>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/05/30/sekolah-gratis-berkwalitaskah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 03:46:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[kritik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiansyah1889.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : ARDIANSYAH* “Setiap warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu” (Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional, Bab IV, Hak Dan Kewajiban Warga Negara, Pasal 5, Ayat 1). Sekolah adalah sebuah lembaga pendidikan yang mana di dalam lembaga pendidikan tersebut terdapat kegiatan proses belajar mengajar, yang mengemban falsafah Tut Wuri Handayani. Dalam perjalanannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiansyah1889.wordpress.com&amp;blog=1109786&amp;post=53&amp;subd=ardiansyah1889&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span>Oleh : ARDIANSYAH*</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><em>“Setiap warga Negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu” (Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional, Bab IV, Hak Dan Kewajiban Warga Negara, Pasal 5, Ayat 1). </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Sekolah adalah sebuah lembaga pendidikan yang mana di dalam lembaga pendidikan tersebut terdapat kegiatan proses belajar mengajar, yang mengemban falsafah Tut Wuri Handayani. Dalam perjalanannya sekolah telah mencetak generasi-generasi yang mana keberadaan generasi pelajar ini telah ikut menentukan sejarah kemerdekaan bagi Indonesia, mulai dari Angkatan 45’ yang terdiri dari Hatta, Syahril, Tan Malaka dkk. Angkatan 60’ yang di kental sebagai angkatan yang kritis terhadap Soekarno. Angkatan 90’ yang mempelopori Reformasi. Semuanya tidak akan pernah lepas dari suatu pengajaran yang terpusat pada pendidikan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Namun seiring berjalannya waktu pendidikan yang menajadi sebuah momok yang sangat penting ternyata tidak selamanya pendidikan itu murah, yang telah menyebabkan lahirnya sebuah kumunitas buta huruf pada masyarakat Indonesia. Mahalnya pendidikan di Indonesia ini tentunya tidak lepas dari krisis ekonomi yang berkepanjangan, jangankan untuk sekolah, untuk “mengepulkan asap di dapur” saja sulit, apalagi untuk masalah pendidikan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Sepertinya masalah tidak akan selamanya jadi <em>borok</em> yang sulit untuk di obati, bergai macam cara sudah ditempuh namun masalah buta huruf sepertinya memang sangat sulit untuk di entaskan. Salah satu cara yang di tempuh pemimpin kita untuk menekan buta huruf adalah dengan cara sistem sekolah gratis atau sistem wajib belajar 9 tahun yang di biayai oleh pemerintah atau istilah yang tidak asing di telinga kita adalah dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Walaupun tidak semua buta huruf dapat di barantas namun setidak-tidaknya pemerintah kita sudah sangat peduli terhadap pendidikan kita yang begitu memprihatinkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Sebenarnya sekolah gratis sudah lama di galakkan, namun pada kenyataannya sekolah gratis baru begitu mendapat perhatian oleh public pada akhir-akhir tahun 2008. apakah dibalik masalah sekolah gratis yang mulai hangat pada akhir tahun ini ada kepentingan-kepentingan lain yang tentunya mempunyai tujuan dan maksut yang samar-samar ? Jika kita mencoba untuk menganalisa masalah sekolah gratis ini, dapat kita tarik beberapa poin atau sebuah alasan kenapa sekolah gratis baru mendapat sorotan dari publik di akhir tahun. Yang pertama mungkin saja di karenakan tidak ada dana, pendapat ini diperkuat dengan bukti bahwa bangsa Indonesia pada saat ini adalah fase kritis dimana harga minyak dunia menanjak tajam yang menyebabkan perhatian pemerintah lebih terpusat pada masalah subsidi BBM. Masalah ini juga dipertajam dengan banyaknya dana bantuan yang di peruntukkan kepada masalah pendidikan disunat dan diotak-atik oleh tangan jahil yang tidak bertanggung jawab, dan akhirnya dana tersebut tidak mencukupi untuk membiayai pendidikan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Alasan yang kedua adalah tidak adanya tujuan yang jelas dan langkah-langkah kongkrit atas sekolah gratis tersebut. Hal ini terbukti dengan kurikulum yang dipraktekkan kerap kali bersifat rancu, seperti kurikulum 1994, KBK, KTSP dan sebagainya. Ini memperlihatkan bahwa seolah-olah pendidikan itu adalah sebuah kelinci percobaan yang tidak tahu tujuannya, karena setiap tahun kurikulum yang disajikan selalu berubah-ubah, belum tuntas kurikulum yang satu, kurikulum yang lain sudah menunggu untuk di uji cobakan. Alasan yang ketiga adalah manifesto politik, kalau dipikir-pikir mungkin ada benarnya juga kenapa sekolah gratis baru hangat-hangat dibicarakan pada akhir tahun, mungkin karena sebentar lagi akan dilaksanakannya pemilihan umum, dan untuk mengangkat legistimate public bisa saja orang bersikap menjilat dan mengambil muka agar mereka mendapat dukungan dari rakyat atas kepeduliannya terhadap pendidikan di Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Belum lama ini baru saja dinaikkannya nilai standar kelulusan dari 5,00 menjadi 5,25 yang bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kwalitas pendidikan di Indoesia. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah dengan dinaikkannya nilai standar kelulusan akan dapat menaikkan mutu pendidikan ? Jawabanya adalah bisa, misalkan saja pendidikan itu di ibaratkan sebagai sebuah PC pada sebuah computer, rangka PC itu adalah gedung sekolah sedangkan software-nya adalah kurikulum, pendidikan damurid itu sendiri. Jika software-nya oke tentu hasil yang dicapai juga oke. Namun pada realitasnya sepertinya kesenjangan pendidikan memang betul-betul terjadi antara daerah pusat dengan daerah district, jika di Jawa ada sekolah Internasional, namun di daerah district hanya ada sekolah dasar yang kwalitasnya masih minim. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan tingkat ekonomi pada tiap-tiap daerah, dan ini memperlihatkan bahwa kompetisi antara daerah pusat dengan daerah distrik masih sangat jauh berbeda, baik dari segi pendidikan maupun dari segi tingkat ekonomi di setiap daerah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Dari data-data yang ditemukan, bahwa pelajar di Indonesia yang dapat memasuki ke jenjang Universias itu persentasenya hanya sebesar 20% jika dibadingkan dengan jumlah pelajar di Indonesia, perbandingan tersebut memang perbedaanya sangat tajam jika dibandingkan dengan Negara Indonesia yang dikenal sebagai Negara yang memiliki jumlah penduduk yang padat ternyata minim pada sektor pendidikan. Hal ini tentunya tidak terlepas dari masalah yang telah menjadi “<em>kutukan</em>” pada bangsa ini, yaitu pada masalah mahalnya pendidikan bagi masyarakat Indonesia. Lain halnya dengan persentase pendidikan yang ada di Cina, jumlah persentase pelajar yang memasuki lembaga Universitas adalah 80% jika dibandingkan dengan jumlah pelajar yang ada di Cina, dan masalah ini tidak pula terlepas pada masalah ekonomi, yaitu murahnya pendidikan bagi masyarakat Cina.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Untuk masalah perbedaan tingkat ekonomi yang terjadi pada tiap-tiap daerah, langkah-langkah yang seharus diambil pada tiap daerah adalah dengan menerapkan subsidi silang. Dimana pada subsidi silang ini, keluarga yang mampu dari segi ekonomi sudah seharusnyalah mereka memberikan bantuan kepada masyarakat yang miskin. Karena inti dari sekolah gratis ini yang menjadi perioritas adalah masyarakat miskin atau masyarakat mengah kebawah yang tidak mampu membiayai pendidikan. Karena masalah sekolah garatis tidaklah semuanya merata di setiap daerah, dengan diterapkanya sistem subsidi silang dapat diharapkan daerah-daerah yang tidak mendapat dana bantuan atau subsidi dapat tertutupi dengan sistem subsidi silang. Ketidak merataanya sekaolah gratis pada setiap daerah bukan hanya terhalang karena masalah dana, namun masalah sekolah gratis diperparah oleh tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab yang menyunat-nyunat dana untuk sekolah gratis. Pada dasarnya subsidi yang diberikan dalam bentuk sekolah garatis itu berasal dari pajak yang anda bayar, dan jika memang anda adalah seorang warga Negara yang sadar pajak, maka sudah sepantasnya anda untuk mengenyam pendidikan yang diselenggaraan oleh Negara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">Kesimpulanya adalah pemerintah kita memang sudah sangat peduli pada pendidikan kita namun sayangnya kenapa baru mendapat sorotan pada akhir-akhir tahun menjelang Pemilu. Selain itu masalah sekolah gratis atau wajib belaar yang diterapkan pemerintah itu selalu terhalang oleh bayaknya oknum-oknum yang tidak bertanggung<span> </span>jawab yang telah mengotak-atik dan meyunat dana subsidi yang seharusnya diberikan untuk pendidikan bangsa Indonesia yang semakin memprihatinkan. Dan untuk mempercepat tercipta kemerataan sistem sekolah garatis di Indonesia juga harus di tunjang dengan sistem subsidi silang yang harus di terapkan oleh masyarakat yang mampu, yang mana dengan adanya sistem subsidi silang ini dapat diharapkan dapat mengurangi beban Negara. Karena masalah pendidikan itu bukan saja masalah Negara namun pendidikan juga merupakan tanggung jawab kita bersama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;line-height:150%;" align="right"><strong>Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Sejarah FSUA</strong>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal"><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;line-height:150%;">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ardiansyah1889.wordpress.com/53/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ardiansyah1889.wordpress.com/53/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiansyah1889.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiansyah1889.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiansyah1889.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiansyah1889.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiansyah1889.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiansyah1889.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiansyah1889.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiansyah1889.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiansyah1889.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiansyah1889.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiansyah1889.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiansyah1889.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiansyah1889.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiansyah1889.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiansyah1889.wordpress.com&amp;blog=1109786&amp;post=53&amp;subd=ardiansyah1889&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/05/30/sekolah-gratis-berkwalitaskah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31733d94b726fd8f3535613802bcfc13?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ardi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BUDAYA MERANTAU DULU DAN SEKARANG</title>
		<link>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/05/12/budaya-merantau-dulu-dan-sekarang/</link>
		<comments>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/05/12/budaya-merantau-dulu-dan-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 May 2008 10:44:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[kritik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiansyah1889.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : ARDIANSYAH Budaya merantau bagi orang Minangkabau adalah sebuah kebudayaan atau tradisi yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas orang Minang, karena memang tradisi merantau bagi orang Minang adalah sebuah semangat atau spirit motivation yang dapat manentukan arah hidup mereka. Pada dasarnya tradisi merantau ini didominani oleh kaum adam, seperti yang kita ketahui bahwa pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiansyah1889.wordpress.com&amp;blog=1109786&amp;post=48&amp;subd=ardiansyah1889&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Oleh : ARDIANSYAH</strong></p>
<p>Budaya merantau bagi orang Minangkabau adalah sebuah kebudayaan atau tradisi yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas orang Minang, karena memang tradisi merantau bagi orang Minang adalah sebuah semangat atau spirit motivation yang dapat manentukan arah hidup mereka. Pada dasarnya tradisi merantau ini didominani oleh kaum adam, seperti yang kita ketahui bahwa pada adat orang Minangkabau tidak pernah pada masanya anak laki-laki memiliki kamar atau ruang di dalam Rumah Gadang. Bisanya jika seorang anak laki-laki telah beranjak menjadi “anak bujang” maka mereka harus tidur di surau untuk belajar mengaji dan belajar silat, dimana pada periode ini fungsi sebuah surau sangat menentukan di dalam membentuk karakteristik seorang anak laki-laki minang, surau tidak hanya berfungsi sebagai rutinitas religi namun surau juga merupakan sebuah tempat “education” bagi laki-laki minang dan juga tempat bergaul sesama besar.</p>
<p>Ada pepatah yang menyatakan bahwa “laki-laki Minang itu ibarat abu diatas tunggul, jika datang angin berhembus maka angin tersebut akan membawa abu tersebut terbang”. Begitu pulalah seorang laki-laki Minang mereka akan pergi merantau kemana arah yang terbaik bagi mereka, kerana memang tidak ada tempat di Rumah Gadang yang dapat mereka diami. Maka tidaklah salah jika ada anggapan public yang memberikan identity bahwa orang Minang adalah seorang perantau tulen, dan ini memang terbukti bahwa orang Minang tidak hanya merantau pada Pulau Jawa, namun mereka sudah mendominasi seluruh wilayah kesatuan Indonesia, bahkan mereka juga sampai merantau ke luar negri. Bukankah ini dalah hasil yang sangat fantastis yang pernah dicapai orang Minang di dalam tradisi merantau ?.</p>
<p>Hal yang paling unik dari tradisi merantau orang Minang adalah mereka tidak pernah membawa bekal berupa property ataupun modal, tidak ada pula pada masanya mereka menjual harta pusaka atau harta warisan hanya untuk dijadikan modal untuk merantau, namun yang mereka bawa adalah sebuah ilmu yang telah mereka pelajari dari surau, karena memang surau telah menempa karakteristik dan mental orang Minag agar mereka tidak pernah canggung untuk bergaul dan berusaha dirantau orang. Prinsip yang melandasi orang minang   agar tidak takut atau canggung dirantau orang adalah “lawan indak di cari, kok basobok pantang di hindari”.</p>
<p>Namun anehnya sebuah tradisi yang sangat membagakan dan fantastis bagi orang Minang sudah mulai di tinggalkan, dimana tradisi merantau yang awalnya adalah sebuah kepopuleran bagi laki-laki Minang sekarang hanya tinggal sejarah bagi orang minang, atau malah menjadi sebuah “ota” yang tak kunjung usai. Mungkin kita bertanya-tanya kenapa tradisi merantau tidak lagi menjadi primadona dimata laki-laki minang ? masalah ini mungkin disebabkan oleh dua masalah yang sangat mendasar dan sangat fundamental sifatnya yang dapat membentuk karakteristik orang minang yang awalnya berjiwa tegar dan kuat telah bermetamorfosis menjadi sebuah comunitas yang berjiwa lembek dan memble. Kedua factor yang sangat fundamental tersebut adalah, Pertama, surau yang awalnya adalah sebuah tempat menimba ilmu dan pembentukan karakteristik bagi orang minang telah lama hilang, dan telah berubah menjadi sebuah tempat rutinitas religi yang hanya di isi oleh “gaek-gaek”, hal ini mungkin dikarenakan tidak adanya yang akan mengajar laki-laki Minag di surau, atau laki-laki Minang itu sendiri yang tidak mau belajar disurau.</p>
<p>Kedua, pada awalnya memang laki-laki Minang tidak pernah ada kamar atau ruang didalam Rumah Gadang, yang menyebabkan laki-laki Minang harus tidur di surau dan belajar, baik itu belajar mengaji, maupun belajar silat. Namun pada masa kontemporer ini seakan-akan laki-laki begitu di manjakan hal ini terbukti bahwa pada masa sekarang laki-laki Minang memiliki kamar yang telah disiapkan oleh orang tua mereka, yang secara tidak langsung dengan dibuatkanya kamar untuk laki-laki minang, seolah-olah telah memperlihatkan bahwa laki-laki minang harus tidur dirumah dan bukan disurau karena mereka telah dibuatkan kamar oleh orang tua mereka masing-masing. Hal ini tentunya adalah sebuah konflik yang melatar belakangi mulai ditinggalkanya surau sebagai tempat bergaul sesama besar dan juga sebagai tempat “education”.</p>
<p>Walaupun tradisi tidur disurau sudah terlupakan dan diabaikan, namun masih ada sebagian masyarakat yang meneruskan tradisi merantau walaupun pada tradisi merantau mereka telah terjadi perubahan-perubahan yang mendasar. Parubahan yang sangat mendasar itu adalah dari segi bekal yang akan mereka bawa selama perantauan, pada awalnya seorang laki-laki Minang jika akan pergi merantau tidak pernah menjual harta pusaka dan juga warisan yang akan digunakan sebagai modal pada masa perantauan mereka, sedangkan modal atau bekal yang harus mereka bawa hanyalah sebuah ilmu yang telah mereka dapat dari surau. Namun lain halnya dengan laki-laki Minang sekarang yang akan pergi merantau bekal yang mereka bawa adalah modal berupa uang yang mungkin saja dari hasil penjualan harta pusaka dan harta warisan kaum.</p>
<p>Hal ini tentunya adalah sebuah “aib” yang sangat memalukan bagi masyarakat Minang, dimana seperti yang kita ketaui bahwa semua harta pusaka, dan warisan yang ada di Minangkabau itu adalah harta milik kaum dan bukan milik pribadi. Harta pusaka hanya boleh digadaikan jika ada empat masalah yang sangat urgen dan sangat penting sifatnya, keempat masalah tersebut adalah, Pertama, Rumah Gadang ketirisan, Kedua, Mayat terbujur diatas rumah, Ketiga, Gadis dewasa belum bersuami, Kempat, Mengangkat Batang Terendam (menghidupkan kembali gelar yang telah lama tidak terpakai).</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ardiansyah1889.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ardiansyah1889.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiansyah1889.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiansyah1889.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiansyah1889.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiansyah1889.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiansyah1889.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiansyah1889.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiansyah1889.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiansyah1889.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiansyah1889.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiansyah1889.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiansyah1889.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiansyah1889.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiansyah1889.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiansyah1889.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiansyah1889.wordpress.com&amp;blog=1109786&amp;post=48&amp;subd=ardiansyah1889&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/05/12/budaya-merantau-dulu-dan-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31733d94b726fd8f3535613802bcfc13?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ardi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HARUSKAH SEJARAH DI REKONSTRUKSI ULANG ?</title>
		<link>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/04/22/haruskah-sejarah-di-rekonstruksi-ulang/</link>
		<comments>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/04/22/haruskah-sejarah-di-rekonstruksi-ulang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 14:19:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiansyah1889.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : ARDIANSYAH Historiografi adalah sebuah akhir dari sebuah penulisan sejarah yang didukung oleh bukti-bukti atau sumber-sumber sejarah berupa dokumen ataupun sebuah arsip yang bersifat verbal serta subjektif. Namun seiring perkembangan zaman yang memasuki dunia global telah melahirkan sebuah golongan pada sebuah periode bangsa yang mulai mengkritisi dan mencoba untuk melakukan pembaharuan dari bukti-bukti sejarah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiansyah1889.wordpress.com&amp;blog=1109786&amp;post=47&amp;subd=ardiansyah1889&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Oleh : ARDIANSYAH</p>
<p>Historiografi adalah sebuah akhir dari sebuah penulisan sejarah yang didukung oleh bukti-bukti atau sumber-sumber sejarah berupa dokumen ataupun sebuah arsip yang bersifat verbal serta subjektif. Namun seiring perkembangan zaman yang memasuki dunia global telah melahirkan sebuah golongan pada sebuah periode bangsa yang mulai mengkritisi dan mencoba untuk melakukan pembaharuan dari bukti-bukti sejarah yang telah ada dan dikenal dengan istilah interpretasi, serta mencoba menulis sebuah historiografi sejarah Indonesia berdasarkan interpretasi yang muncul di permukaan. Dan berawal dari interpretasi-interpretasi inilah lahir sebuah panulisan historiogarafi gaya modern yang mencoba mengangkat masalah yang masih di pertanyakan dan merobahnya menjadi sebuah realita yang harus diyakini bersama.<br />
Golongan yang mencoba menulis historiografi ala modern adalah sebuah golongan yang yang lahir pasca kemerdekaaan atau post-revolusi. Mereka ini adalah sebuah produk pendidikan yang dibesarkan dengan kediktatoran pengajaran yang lebih bersifat “teks book” dan hanya terfokus pada satu sumber, mereka tidak pernah diberi kebebasan untuk mengungkapkan aspirasi karena mereka harus nyungkem dan menerima bulat-bulat apa yang diajarkan oleh guru mereka. Selain itu masalah pendidikan atau pengajaran pada bidang sejarah di Indonesia acap kali diabaikan, saking terabaikanya bahkan seorang guru Biologi pun bisa mengajar sejarah, ini membuktikan betapa kurangnya penghayatan dan penghormatan terhadap sejarah<br />
Terlepas dari keterkungkungan untuk mengeluarkan aspirasi dan mengeluarkan pendapat, golongan ini mencoba mengkritisi dan menganalisa atas sejarah yang selama ini mereka telan mentah-mentah dantanpa memikirkan kebenarannya. Maka selepas dari sekolah dan melanjutkan ke jenjang Universitas mereka seakan-akan merasakan sebuah atmosfir kebebasan untuk berfikir dan berpendapat yang kemudian membentuk sebuah karakter pemikiran untuk mengkritisi semua masalah dan menganalisanya dengan kepala dingin. Jika kita perhatikan pada sebuah sejarah Indonesia sepertinya penulisan historiografi sejarah Indonesia telah kehilangan arah atau fungsi dari sebuah sejarah, hal ini dapat terlihat jelas karena sejarah yang pada awalnya berfungsi sebagai sebuah deskripsi naratif yang bersifat subektif pada suatu zaman, telah berobah haluan kepada sebuah kapentingan legistimate yang lebih menguntungkan sebuah individu. Selain itu sepertinya sejarah nasional Indonesia sudah bermetafor menjadi sebuah alat politik yang lebih menguntungkan sebuah instansi tertentu.<br />
Pada dasarnya masalah sejarah nasional adalah sebuah masalah yang sangat urgen sifatnya dan sangat penting adanya, karena sejarah sebagai sebuah pegangan dasar atau pijakan yang diperkuat dengan bukti-bukti yang verbal sifatnya dan berfungsi untuk penentu arah bagi perkembangan bangsa ini agar tidak terjatuh pada lubang yang sama. Ada pendapat yang menyatakan bahwa “no document, no history” seandainya saja sebuah sejarah berdiri tanpa ada sumber-sumber yang valit maka sebuah sejarah bukan lagi bersifat sebagai sebuah sejarah namun lebih besifat sebagai sebuah mitos atau sebuah cerita.<br />
Jika kita lakukan sebuah perbandingan dengan antara sebuah theology dengan sebuah sejarah, maka sejarah itu adalah sebuah agama dan sumber sejarah adalah sebuah kitab yang akan menuntun bagi mereka yang mau mempercayainya dan bepegang teguh pada ajaran tersebut. Ini memperlihatkan bahwa masalah kebenaran sejarah dan sebuah bukti yang verbal sangat penting adanya dan lebih bersifat sensitif, karena sedikit saja kesalahan didalam menulis sebuah sejarah maka akan melahirkan perpecahan didalam memahami sejarah itu sendiri.<br />
Namun masalahnya adalah apakah sejarah yang sudah terbentuk ini harus kita telan bulat-bulat tanpa memikirkan kebenaranya ? Saya rasa untuk menghilangkan atau memecaahkan masalah pro dan kontra mengenai kebenaran sejarah, sepertinya memang seharusnmya sejarah nasional ini harus di rekonstruksi ulang dan dipertanyakan ke absahannya, apakah sejarah nasional ini layak digunakan sebagai sebuah bukti verbal atau hanya sebuah manifestasi legistimate individu semata.<br />
Jika memang benar sejarah nasional ini harus di rekonstruksi ulang, maka ini adalah tugas terberat yang harus dihadapi para sejarawan-sejarawan Indonesia. Kenapa saya mengatakan bahwa ini adalah masalah yang sangat berat karena didalam mencari bukti atau kebenaran pada sebuah sejarah dibutuhkan sebuah fakta-fakta atau sumber sejarah yang mendukung, apalagi sumber sejarah yang bersifat primer adalah tulisan, sedangkan sejarah ini telah lama berlangsung maka tidaklah heran jika sumber-sumber sejarah yang harus dicari mungkin saja sudah raib atau sudah dikaburkan kebenaranya. Bahkan didalam mencari sumber sejarah juga diperlukan saksi mata atau pelaku sejarah, dan ini adalah masalah yang sangat rumit karena mungkin saja pelaku sejarah dan saksi-saksi sejarah sudahlama wafat dan meninggalkan tanda tanya bagi penerus bangsa ini, apa yang telah terjadi, bagaimana, siapa, dan diamana ?.<br />
Selain itu para sejarawan kita juga harus mengkritisi serta menganalisa kebenaran sumbar-sumber sejarah tersebut. Namun yang harus dipertanyakan apakah dengan direkonstruksinya kembali sejarah nasional Indonesia ini akan berbentuk sebuah historiografi ala modern atau akan tetap berbentuk sejarah nasional yang lama walaupun isinya telah direkonstruksi ulang yang tentunya telah berubah jauh dari sejarah nasional yang sebelumnya. Dan untuk merekonstruksi kembali sebuah sejarah nasional menjadi sebuah historiografi ala modern tentunya kita harus memulai dari awal, dan membuang semua sejarah nasional dan menggantinya menjadi sebuah historiografi yang dapat dipertanggung jawabkan dan dapat diterima realita kebenarannya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ardiansyah1889.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ardiansyah1889.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiansyah1889.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiansyah1889.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiansyah1889.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiansyah1889.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiansyah1889.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiansyah1889.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiansyah1889.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiansyah1889.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiansyah1889.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiansyah1889.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiansyah1889.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiansyah1889.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiansyah1889.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiansyah1889.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiansyah1889.wordpress.com&amp;blog=1109786&amp;post=47&amp;subd=ardiansyah1889&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/04/22/haruskah-sejarah-di-rekonstruksi-ulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31733d94b726fd8f3535613802bcfc13?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ardi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>REVIVALIS ISLAM WITH SYARIAH BANK</title>
		<link>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/04/13/revivalis-islam-with-syariah-bank/</link>
		<comments>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/04/13/revivalis-islam-with-syariah-bank/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2008 05:15:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[the opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiansyah1889.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:ARDIANSYAH Dampak dari di berlakukanya sistem globalisasi adalah menyebarnya paham yang lebih bersifat kapitalis yang hanya mementingkan kepentingan hedonis dan induvidualisme semata. Adanya pandangan seperti inilah yang melahirkan sebuah komunitas yang mana pada periode ini theologi hanya sebatas dari pemikiran. Terlepas dari dari kepercayaan theology, manusia harus menjalani hidup dan melewatinya dengan mengkritisinya yang mungkin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiansyah1889.wordpress.com&amp;blog=1109786&amp;post=43&amp;subd=ardiansyah1889&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Oleh:ARDIANSYAH</strong></p>
<p>Dampak dari di berlakukanya sistem globalisasi adalah menyebarnya paham yang lebih bersifat kapitalis yang hanya mementingkan kepentingan hedonis dan induvidualisme semata. Adanya pandangan seperti inilah yang melahirkan sebuah komunitas yang mana pada periode ini theologi hanya sebatas dari pemikiran. Terlepas dari dari kepercayaan theology, manusia harus menjalani hidup dan melewatinya dengan mengkritisinya yang mungkin akan melahirkan mental pesimis dan optimis terhadap hidupnya masing-masing.</p>
<p>Berawal dari polemik-polemik diataslah, masyarakat Islam ingin merekonstruksi kembali sistem perbankan konvensional melalui sistem perbankan syariah yang lebih menekankan sistem kapitalis dengan cara membatasi ruang gerak perbankan konvensional dengan Syariah (hukum) Islam. Selain itu perbankan syariah juga di motivasi oleh semanagat pelarangan dan penghapusan dari usaha-usaha riba yang di kategorikan sebagai usaha haram yang telah menjamur pada bank-bank konvensional pada era kontempor ini.</p>
<p>Prinsip Perbankan Syariah jika di bandingkan dengan prisip Bank Konvensional ternyata sangat unik dan dan beda dari pada bank-bank konvensional yang jumlahnya lebih banyak dari pada perbankan syariah. Prinsip yang diusung perbankan syariah adalah Islam tidak memperbolehkan menghasilkan uang dari uang, yang hanya merupakan media pertukaran dan bukan komoditas karena tidak memiliki nilai intrinsik. Artinya bank syariah benar-benar mencoba menekan ruang gerak riba dengan asas-asas islami yang sudah lama terlupakan oleh khalayak.</p>
<p>Kelahiran Bank Syariah di seluruh dunia adalah sebuah respect dari kejemuan masyarakat yang hanya memberi ruang-ruang kapitalis dan memberi media gerak bagi rentenir-rentenir yang di anggap haram oleh umat islam. Tentunya tidak dapat pula di pungkiri bahwa yang melatar belakangi kelahiran perbankan syariah adanya keinginan untuk revivalis islam dan juga karena adanya paham modernis yang ingin memurnikan islam dari paham-paham yang lebih mementingkan kehidupan atau hedonisme.</p>
<p>Namun untuk merekonstruksi bank konvensional melalui bank syariah, tentunya tidak mudah cara yang akan di tempuh, karena tantangan atau kendala yang harus di hadapi adalah masalah pengelolan dana.</p>
<p>Pada dasarnya laju pertumbuhan Perbankan Syariah di tingkat global tidak perlu diragukan lagi. Aset keuangan lembaga syariah di dunia diperkirakan mencapai 250 miliar dollar AS, tumbuh rata-rata lebih dari 15 persen pertahun. Di Indonesia, volume usaha perbankan syariah selama lima tahun terakhir rata-rata tumbuh 60 persen pertahun. Tahun 2005, perbankan syariah Indonesia membukukan laba Rp 238,6 miliar, meningkat 47 persen dari tahun sebelumnya. Meski begitu, Indonesia yang memiliki potensi pasar sangat luas untuk perbankan syariah, masih tertinggal jauh di belakang Malaysia. Tahun lalu perbankan syariah Malaysia mencetak profit lebih dari satu miliar ringgit (272 juta dollar AS). Akhir maret 2006 aset perbankan syariah di negeri jiran ini hampir mencapai 12 persen dari totoal aset perbankan nasional. Sedangkan di Indonesia, aset perbankan syariah periode Maret 2006 baru tercatat 1,40 persen dari total aset perbankan.</p>
<p>Pernah ada isu-isu yang kurang menyenangkan yang mengatakan bahwa bank syariah adalah bank yang kurang gaul di dalam lingkungan pembiayaan karena sejumlah nasabah yang dianggap bermasalah pada bank konvesional justru memperoleh pembiayaan dari bank syariah.</p>
<p>Pelayanan yang di berikan bank syariah adalah Mudhorobah yaitu perjanjian antara penyedia modal dengan pengusaha. Setiap keuntungan yang diraih akan dibagi menurut rasio tertentu yang disepakati. Resiko kerugian ditanggung penuh oleh pihak bank, kecuali kerugian yang diakibatkan oleh kesalahan pengelolahan, kelalaian dan penyimpangan pihak nasabah seperti penyelewengan, kecurangan dan penyalahgunaan.</p>
<p>Selain itu juga ada pelayanan Musyarokah (Joit Venture), konsep yang di usung pada pelayanan Musyarokah adalah model patnership atau joint venture. Keuntungan yang diraih akan dibagi dalam rasio yang disepakati sementara kerugian akan dibagi berdasarkan rasio ekuitas yang dimiliki masing-masing pihak. Perbedaan yang mendasar pada Musyarokah dengan Mudhorobah ialah dalam konsep ini ada campur tangan pengelolaan manajemennya. Prinsip Musyarokah dapat pula disebut dengan prinsip bagi hasil, karena keuntungan dan kerugian akan dibagi bersama dengan rasio dan ekuitas yang telah disepakati.</p>
<p>Jika di kaji dari segi ekonomis hasil Perbankan Syariah saat ini berkisar antara 8 sampai 10 persen, yang membuat Perbankan Syariah cukup kompetitif terhadap Bank Konvesional. Dengan selisih sekitar dua persen, orang masih bertahan pada Bank Syariah, namun lebih dari itu, masalah iman juga bisa tergoda untuk berpaling ke Bank Konvensional yang lebih menggiurkan dan lebih menguntungkan.</p>
<p>Kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses layanan Perbankan Syariah dan ketersediaan produk investasi syariah tidak akan optimal tanpa promosi dan edukasi yang memadai tentang lembaga keuangan syariah.</p>
<p>Bank syariah yang sedang banyak di percayai oleh nasabah adalah Bank Syariah Mandiri yang mengkombinasikan antara idealisme usaha dengan nilai-nilai rohani di dalam operasinya. Bank Syariah Mandiri senantiasa menjalin kemitraan dengan semua kalangan, tanpa membedakan latar belakang suku, agama, dan warna kulit dalam bingkai semagat Islam sebagai Rahmatan Lil’alamiin.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ardiansyah1889.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ardiansyah1889.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiansyah1889.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiansyah1889.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiansyah1889.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiansyah1889.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiansyah1889.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiansyah1889.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiansyah1889.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiansyah1889.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiansyah1889.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiansyah1889.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiansyah1889.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiansyah1889.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiansyah1889.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiansyah1889.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiansyah1889.wordpress.com&amp;blog=1109786&amp;post=43&amp;subd=ardiansyah1889&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/04/13/revivalis-islam-with-syariah-bank/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31733d94b726fd8f3535613802bcfc13?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ardi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMIMPIN ADALAH JALAN MENDERITA</title>
		<link>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/02/06/memimpin-adalah-jalan-menderita/</link>
		<comments>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/02/06/memimpin-adalah-jalan-menderita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 07:37:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[kritik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiansyah1889.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Setiap manusia adalah pemimpin, pemimpin bagi diri sendiri, pemimpin bagi keluarga, pemimpin bagi masyarakat, dan pemimpin bagi bangsanya. Menjadi seorang pemimpin itu tidaklah harus di mewah diatas jaminan dan pemberian orang lain, namun yang di perlukan dari seorang pemimpin adalah mau berlaku adil dan menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Jika coba kita bandingkan para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiansyah1889.wordpress.com&amp;blog=1109786&amp;post=23&amp;subd=ardiansyah1889&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap manusia adalah pemimpin, pemimpin bagi diri sendiri, pemimpin bagi keluarga, pemimpin bagi masyarakat, dan pemimpin bagi bangsanya. Menjadi seorang pemimpin itu tidaklah harus di mewah diatas jaminan dan pemberian orang lain, namun yang di perlukan dari seorang pemimpin adalah mau berlaku adil dan menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.</p>
<p>Jika coba kita bandingkan para pemimpin masa sekarang dengan pemimpin pasca kemerdekaan, perbedaannya sangat terasa kontras sekali, bila para pemimpin mas sekarang mendapatkan mobil mewah, rumah dinas dengan fasilitas lux, serta jaminan hidup dari pemerintah. Namun beda halnya dengan pemimpin masa pasca kemerdekan yang hanya mendapatkan gaji pas-pasan, tanpa rumah dinas serta tanpa jaminan hidup, walaupun demikian mereka tidak pernah pesimis dan canggung dalam menjalankan tugas-tugasnya. Bagi mereka hidup sederhana adalah sebuah titik balik dari usaha mereka untuk ikut merasakan penderitaan dari komunitas yang ia pimpin.</p>
<p>H. Agus Salim dan M. Hatta adalah cerminan dari pemimpin yang berani untuk hidup sederhana, bagi mereka “menjadi pemimpin atau memimpin adalah jalan menderita”, mereka tidak pernah menuntut fasilitas elit, karena mereka sadar bahwa Negara kita adalah Negara yang miskin, dan tidak sepantasnya kita hidup bermewah-mewah sedangkan yang kita pimpin hidup menderita.</p>
<p>Berbeda dengan pemimpin pasca kemerdekaan peminpin masa sekarang lebih bahagia, terjamin dan adem ayem, mungkin sudah terpatri di dalam otak pemimpin kita sekarang bahwa peminpin itu harus sejahtera dan bahagia, dan menjadi pemimpin harus identik dengan falitas mewah. Ini bukan lagi masalah yang tabu untuk di bicarakan, jika seseorang terpilih menjadi pemimpin maka ia akan meminta falitas yang baru dan mewah dengan dalih atas usahanya sebagai pemimpin, walau terkadang fasilitas yang mereka minta seolah-olah adalah pemborosan dan tidak begitu penting. Jika ini memang benar-benar terbukti maka jabatan sebagai peminpin akan dapat di jadikan Manifesto dan investasi yang menguntungkan bagi setiap orang.</p>
<p>Untuk apa mobil dinas yang baru sedangkan dengan mobil dinas yang lama kita dapat menyelesaikan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab, coba anda bayangkan jika seandainya dana untuk pembelian fasilitas itu di berikan kepada sektor pendidikan mungkin kita tidak akan pernah mendengar dan membaca di surat kabar “SORANG ANAK PUTUS SEKOLAS KARENA TIDAK MAMPU MEMBAYAR SPP” mungkin 5 atau 10 tahun berikutnya Indonesia akan menjadi Negara yang pintar dan dapat bersain di pasar internasional. Namun semua itu hanya utopis yang hanya bias kita kenang hanya di karenakan para pemimpin kita adalah pemimpin yang boros. Seharusnya mereka sadar bahwa dengan jabatan yan tinggi berarti tanggung jawab yang besar, dan jangan sampai kekuasaan yang besar di salah artikan dan di selewengkan.</p>
<p>Yang lebih ironis lagi adalah walaupun merek sudah mendapatkan jagi yang bias diblang lebih dari cukup dan mendapatkan fasilitas yang mewah, toh mereka masih saja meminta untuk di naikkan gaji, dan yang lebih memalukan adalah adanya para meminpin yang melakukan penggalapan dana atau lebih dikenal dengan istilah Korupsi. Apakah gaji yang mereka terima belum cukup? Sehingga mereka harus melakukan korupsi. Saya pernah merenung dan berfikir, seandainya saja para pemimpin itu tidak mempunyai nafsu, mungkin mereka tidak akan mengambil apa yang tidak menjadi haknya, dan tidak akan menuntut sesuatu yang melebihi kemempuanya.</p>
<p>Munkin adanya pandangan pada sebagian pemipin bahwa jabatan yang pada jabatan yang tinggi juga di butuhkan penghargaan dari khalayak, sebagai pengakuanya kepatuhan kahalayak kepada pemimpin mereka, dan hal ini sangatlah salah dari norma yang berlaku di masyarakat, bahwa seorang pemimpin akan mendapat penghargaan dari khalayak jika ia mampu memimpin rakyatnya dengan adil dan bertanggung jawab.<br />
Anda pasti masih ingat dengan PP-37/2006 yang mana hal yang mendasar dari PP-37/2006 adalah meminta kenaikan gaji dan tunjangan bagi anggota DPRD, tujuan pemerintah mengelurkan PP-37/2006 adalah untuk dapat meningkatkan kinerja mereka di dalam menjalankan tugasnya dan penuh tanggung jawab. Tunjangan yang akan mereka dapatkan dari PP-37/2006 adalah tunjangan uang representasi, tunjangan keluarga, tunjangan beras, uang paket, tunjangan jabatan, tunjangan panitia musyawarah, tunjngan panitia anggaran, tunjangan komisi, tunjangan perlengkapan, serta tunjangan komunikasi.</p>
<p>Namun dari contoh di atas kita sudah dapat menyimpulkan bahwa walaupun para pemimpin itu mendapatkan gaji yang besar, toh masih ada yang lalai dalam melaksakan tugasnya, masih ada para pemimpin yang “ngolor”, dan bahkan ada yang melakukan korupsi. Apalagi jika PP-37/2006 di realisasikan mungkin kan bertambah banyak para pemimpin yang lalai menjalankan tugasnya dan akan bertambah banyak dana Negara yang di gelapkan. Dan untungnya PP-37/2006 tidak jadi di realisasikan karena banyaknya kontradiksi dikalangan masyarakat.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ardiansyah1889.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ardiansyah1889.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiansyah1889.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiansyah1889.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiansyah1889.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiansyah1889.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiansyah1889.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiansyah1889.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiansyah1889.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiansyah1889.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiansyah1889.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiansyah1889.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiansyah1889.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiansyah1889.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiansyah1889.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiansyah1889.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiansyah1889.wordpress.com&amp;blog=1109786&amp;post=23&amp;subd=ardiansyah1889&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/02/06/memimpin-adalah-jalan-menderita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31733d94b726fd8f3535613802bcfc13?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ardi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FILM INDONESIA, FILM MURAHAN.</title>
		<link>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/01/16/film-indonesia-film-murahan/</link>
		<comments>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/01/16/film-indonesia-film-murahan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2008 06:11:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[kritik film]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/01/16/film-indonesia-film-murahan/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : ARDIANSYAH* Di era yang modern ini anak-anak, remaja, dan orang dewasa lebih banyak menghabiskan waktunya di depan benda persegi empat, yang kita kenal dengan nama Televisi. Ini membuktikan bahwa televisi adalah salah satu kebutuhan primer yang sangat fital sifatnya di dalam suatu keluarga, namun sayangnya acara-acara yang di sungguhkan tidak selalu bermutu, menarik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiansyah1889.wordpress.com&amp;blog=1109786&amp;post=22&amp;subd=ardiansyah1889&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;text-align:center;"><img src="http://www.dickinson.edu/departments/sustainability/Film_Roll.jpg" alt="http://www.dickinson.edu/departments/sustainability/Film_Roll.jpg" width="409" height="273" /></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Oleh : ARDIANSYAH*</strong></p>
<p>Di era yang modern ini anak-anak, remaja, dan orang dewasa lebih banyak menghabiskan waktunya di depan benda persegi empat, yang kita kenal dengan nama Televisi. Ini membuktikan bahwa televisi adalah salah satu kebutuhan primer yang sangat fital sifatnya di dalam suatu keluarga, namun sayangnya acara-acara yang di sungguhkan tidak selalu bermutu, menarik dan kreatif. Kebanyakan acara yang di sungguhkan dan ditampilkan lebih bersifat monoton dan itu-itu saja.</p>
<p>Walaupun demikian keberadaan media ditengah masyarakat memang sangat urgen sifanya, karena pada hakikatnya media itu adalah sebuah cerminan yang dapat membentuk karakteristik dan identitas suatu bangsa. Jika di ibaratkan media itu adalah sebuah cahaya dikala gelap dan penghubung dikala sunyi, tanpa media orang tidak akan melihat lintasan-lintasan peristiwa atau iven histories yang sedang berlangsaung pada masyarakat saat ini.</p>
<p>Hal ini dapat kita lihat dari menjamurnya film-film yang kurang mendidik serta kurang berkwalitas. Salah satunya adalah maraknya film-film yang bergenre atau bertemakan cinta dan horror di perindustrian perfilmman Indonesia. Hal ini tentunya tidak dapat di pandang sebelah mata. Banyak sekali dampak yang ditimbulkan dari film-film ini, dan lebih banyak sisi negatifnya dari pada sisi positif yang di hasilkan dari film ini. Umumnya sisi negative yang di timbulkan dari film ini diantaranya adalah dapat menyesatkan orang-orang yang menontonya. Jika kita teliti lebih mendalam film-film yang acap kali di sungguhkan atau film-film yang sering dilempar kepasaran kebanyakan adalah film-film murahan, film sperti ini lebih bersifat menjual mimpi, cinta, kebohongan serta pembodohan, dan terkadang film ini tidak mempunyai tujuan yang jelas.</p>
<p>Berikut ini adalah penyimpangan-penyimpangan yang di lakukan oleh si pembuat film di Indonesia:<br />
Tidak mempunyai tujuan yang jelas</p>
<p>Mungkin kita sudah jengah dengan sinetron-sinetron yang di telurkan oleh pencipta film di tanah aiar, kita sudah bosan dengan tema yang mereka usung adalah masalah cinta dan cinta, yang lebih parah lagi pada anak-anak usia sekolah sudah diajarkan dokrin-dokrin cinta dan di pertontonkan secara oral cinta ala orang dewasa. Ini adalah suatu pengajaran dan sebuah didikan yang salah, karena anak-anak di usia sekolah sudah di cangkokkan cara bercinta (love education) pada otak mereka. Dampak dari film ini adalah, banyaknya anak-anak di usia sekolah sudah mulai tergoda dengan apa yang dinamakan “cinta”. Berpegangan tangan, berpelukan, sampai keciuman meeka praktekkan, yang ujung-ujungnya konsentrasi sekolah terpecah oleh masalah cinta, dan hal ini tentunya dapat mendorong lahirnya masa kemunduran pada dunia pendidikan. Film dengan kriteria seperti ini adalah film-film yang tidak mempunyai tujuan, karena pada film dengan tipe seperti ini hanya untuk mencari keuntungan atau lebih dikenal dengan film komersial, walaupun terkadang hiburan yang disungguhkan lebih bersifat vulgar dan kurang tersensor.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Menjual mimpi</strong></p>
<p>Selain itu kerap kali film yang ditelurkan dan film yang telah dilempar kepasaran adalah film-film yang bersifat hanya menjual mimpi, contoh: Ada seorang anak yang orang tuanya kaya, di usia yang muda ia sudah menguasai sebuah perusahaan, semua ia miliki, mobil, rumah bagus, dan pacaran sana-sini. Jika kita pikir-pikir apakah ada orang seperti ini di dalam kehidupan nyata? Saya rasa ini mustahil, pada film ini kita melihat bahwa kejadian sperti ini tidaklah realitas, ini dalah sebuah mimpi dan utopis yang mereka jual kepada si penonton.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Musiman</strong></p>
<p>Pada saat ini film-film yang beredar di pasaran umumnya adalah film-filmyang bersifat musiman yang hanya laku keras jika masalah ini sedang menjadi sebuah trendcenter, maksutnya film ini lahir karena adanya tren (musim) di perindustrian perfileman Indonesia. Orang yang membuat film dengan tipe ini adalah orang yang tidak inovasi serta tidak kreatif, ia hanya mengikuti tren yang sedang berlaku, jika film horror sedang laris manis di pasaran, maka mereka akan mencoba mengangkat film yang bertemakan horor juga, walaupun judulnya berbeda, tapi biasanya alur dan tema yang mereka bawakan masih tetap sama. Walau terkadang film dengan tipe ini kerapkali membuat si penonton jadi bosan dan jenuh, karena banyaknya film yang bertukar label tapi alurnya masih sama. Contoh kongkrit yang dapat kita lihat adalah film dengan judul Jalangkung, setelah meledak di pasaran banyak film-film musiman yang mencoba menikuti jejak film jalangkung, seperti kuntilanak 1, 2, 3 dan sebagainya. Selain itu jika film yang bertemakan cinta juga sedang laris di pasaran, mereka juga akan meniru dan mencoba mengusung tema cinta. Hal ini tentunya memperlihatkan bahwa para pencipta film di Indonesia sudah kehabisan ide untuk menciptakan film yang bermutu atau mungkin pencita film itu sendiri adalah seorang amatiran.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Saduran</strong></p>
<p>Film dengan kriteria seperti ini adalah tipe film yang sangat memalukan karena film yang mereka menciptakan sebuah film dengan cara menyadur hasil karya orang lain, maksutnya mereka mengcopy film asing dan membuatnya dalam fersi Indonesia. Umumnya film yang mereka copy adalah film asing yang kurang terkenal, namun juga ada film yang terkenal juga ikut disadur. Misalnya saja film American Pie, siapa yang tidak kenal dengan film komedi ini yang dikenal sebagai film vulgar, karena ketenarannya bahkan lahir film Indonesia Pie versi Indonesia.</p>
<p>Dari poin-poin di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa hakekat sebuah film yang bermutu harus mempunyai tujuan yang jelas, realitas, kreatif, dan tidak menyadur karya orang lain dan selain itu kita seharusnya juga harus selektif dan kritis didalam film yang akan kita tonton sebelum menelannya. Karena seperti yang saya katakan pada awal tulisan saya, bahwa fungsi media dan intertaiment tidak hanya sebagai penghibur namun juga sebagai cerminan didalam membentuk karakteristik dan identitas suatu bangsa.</p>
<p><strong>*Penulis Adalah Mahasiswa Jurusan Sejarah Fakultas Sastra UNAND</strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ardiansyah1889.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ardiansyah1889.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiansyah1889.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiansyah1889.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiansyah1889.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiansyah1889.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiansyah1889.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiansyah1889.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiansyah1889.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiansyah1889.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiansyah1889.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiansyah1889.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiansyah1889.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiansyah1889.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiansyah1889.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiansyah1889.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiansyah1889.wordpress.com&amp;blog=1109786&amp;post=22&amp;subd=ardiansyah1889&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/01/16/film-indonesia-film-murahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31733d94b726fd8f3535613802bcfc13?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ardi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.dickinson.edu/departments/sustainability/Film_Roll.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">http://www.dickinson.edu/departments/sustainability/Film_Roll.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SAVE OUR SEA</title>
		<link>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/01/09/my-films/</link>
		<comments>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/01/09/my-films/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jan 2008 07:29:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[kritik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/01/09/my-films/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : ARDIANSYAH Ketika bangsa Indonesia mulai mengenyam kemerdekaan dengan diproklamirkan Proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945, wilayah Indonesia adalah wilayah bekas jajahan Hindia Belanda, dan pada saat itu wilayah Indonesia belum menjadi negara kepulauan. Karena berdasarkan Territoriale Zee en Maritieme Kringen Ordonantie 1939, batas dari laut teritorial Indonesia adalah 3 mil laut dari pantai. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiansyah1889.wordpress.com&amp;blog=1109786&amp;post=21&amp;subd=ardiansyah1889&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong>Oleh : ARDIANSYAH</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong> </strong><img style="vertical-align:middle;" src="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/P7213107.jpg" alt="" width="600" height="400" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Ketika bangsa Indonesia mulai mengenyam kemerdekaan dengan diproklamirkan Proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945, wilayah Indonesia adalah wilayah bekas jajahan Hindia Belanda, dan pada saat itu wilayah Indonesia belum menjadi negara kepulauan. Karena berdasarkan Territoriale Zee en Maritieme Kringen Ordonantie 1939, batas dari laut teritorial Indonesia adalah 3 mil laut dari pantai. Jadi dengan demikian perairan antar pulau pada waktu itu adalah wilayah internasional.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Wilayah laut Indonesia dengan rezim hukum laut seperti disebutkan di atas hanyalah mempunyai luas kira-kira 100.000 km2. Pada kenyataannya pulau-pulau Indonesia dipisahkan oleh laut, walaupun secara kultur konsep kewilayahan ini tidak dapat membedakan penguasaan antara laut dan darat. Bangsa Indonesia adalah satu-satunya bangsa di dunia yang menamakan wilayahnya sebagai tanah air.<strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Tanggal 13 Desember 1957 Pemerintah Republik Indonesia melalui deklarasi Perdana Menteri Ir. Djuanda mendeklarasikan bahwa seluruh perairan antar pulau di Indonesia sebagai wilayah nasional. Deklarasi tersebut kemudian dikenal sebagai Deklarasi Djuanda, yang mana isinya adalah sebuah pernyataan jati diri dari sebuah negara kepulauan, di mana fungsi laut adalah menjadi penghubung antar pulau, bukan menjadi pemisah. Pernyataan ini bersamaan pula dengan upaya memperpanjang batas laut teritorial menjadi 12 mil dari pantai, yang kemudian diperjuangkan oleh Indonesia untuk mendapat pengakuan dari dunia internasional, yaitu di PBB, suatu perjuangan panjang yang meliwati 3 rezim politik yang berbeda yaitu Demokrasi Liberal, Demokrasi Terpimpin dan Orde Baru.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Namun sayangnya perjuangan yang begitu panjang sering kali dilupakan oleh bangsa kita. Ini terbukti dengan sering diabaikannya perhatian terhadap masalah maritim, yang berujung pada suatu ancaman yang sangat serius terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak saja dari segi geografis namun dari segi militer pun Angkatan Laut seolah-olah di anak tirikan, dan Angkatan Darat dianak emaskan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Masih banyaknya nelayan-nelayan yang miskin di sekitar pantai Indonesia merupakan bukti nyata bahwa pemerintah lebih memusatkan perhatiannya kepada wilayah daratan. Di dalam kedaulatan dan sebuah keutuhan NKRI lautan adalah perisai yang paling utama dari sebuah keutuhan sebuah Negara dan setelah keutuhan laut tidak bisa dipertahankan maka daratan adalah jalan kedua untuk menyelamatkan wilayah NKRI. Namun pada entisitasnya jika keutuhan laut tidak dapat dipertahankan lagi maka akan terjadi suatu ekspansi luar terhadap NKRI.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Lalainya pemerintah di dalam memanfaatkan kekayaan maritim, baik dari segi komersial, finansial, sampai ke urusan politis merupakan sebuah kesalahan yang sangat fatal yang telah di lakukan pemerintah kita. Sepertinya kejayaan kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim hanya tinggal <em>long memory</em> di dalam sebuah sejarah Negara yang besar ini, selain itu motifasi untuk membangkitkan kembali wilayah Nusantara sebagai wilayah maritim mungkin hanya tinggal mimpi bagi bangsa Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Banyaknya penguasaan pihak asing terhadap pelayaran adalah sebuah bukti yang sangat realistis bahwa maritim masih kurang mendapat perhatian dan lemahnya kontrol terhadap maritim kita ini. Indonesia sebagai sebuah Negara maritim, seharusnya dengan ke eksissan wilayah perairan adalah sebuah nilai tambah yang sangat menguntungkan bagi Indonesia, tidak hanya dari segi komersial dan politis, namun maritim adalah sebuah prisai bagi keutuhan bangsa Indonesia.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Sangat salah jika orang menilai bahwa Indonesia adalah sebuah Negara berkembang yang miskin, SDA yang melimpah dan keanekaragaman hayati merupakan suatu nilai jual yang sangat tinggi jika pemanfaatanya sangat terkonsentrasi dan terorganisir, namun sayangnya saja bangsa ini masih terlalu awam terhadap konsepsi arti dari sebuah maritim, hal ini dikarenakan luasnya wilayah perairan kita adalah sebuah kendala yang harus dihadapi dalam memantau dan memanfaatkan ke eksissan wilayah maritim.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Sering kalinya terjadi penyalahgunaan fungsi dari sebuah maritim adalah suatu problem yang sangat dilematis. Maritim sebagai suatu aset suatu Negara yang sangat penting ternyata lebih banyak menguntunkan pihak luar, pihak asing dan pelaku kriminal. Masih segar di ingatan kita ketika di temukanya <span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">ditemukan </span>60 kardus berisi sabu<span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;">. </span>&#8220;Satu kardus diperkirakan satu kilogram,&#8221; di rumah elit kawasan Pantai Indah Kapuk, Sabu yang ditemukan itu dibungkus plastik, kemudian dimasukkan ke kardus dan karung. Karung itu diangkut dari pelabuhan Mutiara menggunakan mobil boks Suzuki warna putih bernomor polisi B 6824 PJ. Dari konflik tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pengawasan terhadap maritim di NKRI ternyata masih terlalu minim sehingga begitu mudahnya jalur perairan Indonesia dapat di pergunakan sebagai media untuk pengiriman barang haram tersebut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span> </span><span> </span>Indonesia sebagai Negara maritim jika digabungkan dengan wilayah daratan, benua Amrika sudah tentu kalah besar. Coba anda bayangkan seandainya wilayah Nusantara yang lebih besar dari benua Amerika di manfaatkan dengan serius tentu semua hutang Indonesia akan dapat terlunasi beserta bunganya, bahkan nilai komersialnya dapat menjadi APBN tersendiri bagi Negara ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Jika kita bandingkan Indonesia sebagai negara agraris dan maritim dengan Amerika sebagai negara merkantilisme maka akan terlihat suatu perbedaan yang sangat mencolok, dimana Amerika sering melakukan kerjasama dengan Negara asing hanya untuk memperkuat keutuhan perairan Amerika, hal ini terbukti ketika Amerika mengikuti pelatihan maritim yang belum lama ini di adakan di Indonesia pada tanggal 6 Agustus 2007, TNI AL bersama Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) menggelar latihan bersama dengan nama sandi Nea 2007 (Naval Engagement Activities 2007), Latihan dibuka Panglima Armada RI Kawasan Barat Laksamana Muda TNI Agus Suhartono SE di Aula Yos Sudarso Mako Armabar Jalan Gunung Sahari Jakarta Pusat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Namun lain halnya dengan Indonesia, Negara kita acap kali melakukan hubugan dengan dunia Internasional, tapi yang sering dilakukan adalah menjalin hubungan militer dari sektor darat bukan dari sektor laut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ardiansyah1889.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ardiansyah1889.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiansyah1889.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiansyah1889.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiansyah1889.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiansyah1889.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiansyah1889.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiansyah1889.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiansyah1889.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiansyah1889.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiansyah1889.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiansyah1889.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiansyah1889.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiansyah1889.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiansyah1889.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiansyah1889.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiansyah1889.wordpress.com&amp;blog=1109786&amp;post=21&amp;subd=ardiansyah1889&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2008/01/09/my-films/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31733d94b726fd8f3535613802bcfc13?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ardi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i17.photobucket.com/albums/b97/the3an/P7213107.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>kontraversi di balik wajah lusuh</title>
		<link>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2007/11/26/kontraversi-di-balik-wajah-lusuh/</link>
		<comments>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2007/11/26/kontraversi-di-balik-wajah-lusuh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Nov 2007 03:49:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ardiansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[the opinion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ardiansyah1889.wordpress.com/2007/11/26/kontraversi-di-balik-wajah-lusuh/</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tidak kenal dengan Bapak Soeharto, kegemilangan yang di capainya acap kali menjadi kontrafersi pada dimensi zaman sekarang ini, muluai dari korupsi, pahlawan, sampai Supersemar, terkadang kita bertanya-tanya siapa sebenarnya Soeharto? Hidup ini memang aneh, buktinya ketika Soeharto sakit, banyak orang yang mendemo agar hukuman segera di jatuhkan kepada Soeharto, toh sekarang setelah soeharto [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiansyah1889.wordpress.com&amp;blog=1109786&amp;post=16&amp;subd=ardiansyah1889&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.kawanua.org/files/images/200px-Soeharto.jpg" align="middle" border="0" height="250" width="500" /></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;">Siapa yang tidak kenal dengan Bapak Soeharto, kegemilangan yang di capainya acap kali menjadi kontrafersi pada dimensi zaman sekarang ini, muluai dari korupsi, pahlawan, sampai Supersemar, terkadang kita bertanya-tanya siapa sebenarnya Soeharto?</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;">Hidup ini memang aneh, buktinya ketika Soeharto sakit, banyak orang yang mendemo agar hukuman segera di jatuhkan kepada Soeharto, toh sekarang setelah soeharto sembuh orang tidak lagi mempeributkan masalah hukuman soeharto, sepertinya, memang pantas jika dikatakan bahwa bangsa Indonesia tidak punya pendirian.</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;">Saya adalah orang yang tidak menyukai Soeharto, bukan karena tingkah laku, tapi karena atas apa yang pernah di perbuatnya terhadap bumi Indonesia ini, jika anda pernah membaca buku Penakluk Rezim Orde Baru: Gerakan Mahasiswa &#8217;98 karangan Muridan S. Widjojo atau Buku Siapa Sebenarnya Soeharto karangan Eross Djarot atau Buku Sisi Gelap Pulau Bali Karangan Geoffrey Robinson, mungkin pendapat anda akan sama dengan saya.</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;">Bahwa Soeharto itu tak seramah orangnya, ia adalah ular yang licik yang pandai memanfaatkan situasi, contohnya saja adalah ia mengetahui bahwa akan terjadi peristiwa 30 september, toh ia tenang-tenang saja, dan bukanya markas Pangkostrad itu dekat dengan lubang buaya, tetapi mengapa pembarantasan gerakan 30 september harus di ulur-ulur, bukanya itu aneh?.</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;">Setiap manusia pasti punya sisi baiknya, begitu pula dengan Soeharto, keberhasilanya adalah membawa Indonesia sebagai negara penghasil Swasembada Beras pada tahun 1984, bahkan ketika itu Indonesia mampu meminjamkan beras kepada negara tetangga seperti Vietnam dan Kamboja.</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;">Tapi tak selamanya kegemilangan itu di dapat, semua itu berakhir dengan melandandanya krisis ekonomi, semua bahan pokok menukik tinggi, hal ini juga di perparah dengan sikap bersikerasnya soeharto untuk mempertahankan jabatanya.</p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ardiansyah1889.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ardiansyah1889.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ardiansyah1889.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ardiansyah1889.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ardiansyah1889.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ardiansyah1889.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ardiansyah1889.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ardiansyah1889.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ardiansyah1889.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ardiansyah1889.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ardiansyah1889.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ardiansyah1889.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ardiansyah1889.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ardiansyah1889.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ardiansyah1889.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ardiansyah1889.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ardiansyah1889.wordpress.com&amp;blog=1109786&amp;post=16&amp;subd=ardiansyah1889&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ardiansyah1889.wordpress.com/2007/11/26/kontraversi-di-balik-wajah-lusuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/31733d94b726fd8f3535613802bcfc13?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ardi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.kawanua.org/files/images/200px-Soeharto.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
